MERAWAT INGATAN, MENJAGA PERADABAN: PENUTUPAN PPL SPI FIS UINSU DI BPK WILAYAH II

Medan, Kamis 12 Februari 2026 — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 4 SKS Semester V Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) FIS UIN Sumatera Utara TA 2025/2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama satu bulan di berbagai museum dan situs bersejarah di Sumatera Utara. Sebanyak 33 mahasiswa diterjunkan ke lapangan sebagai bentuk penguatan antara teori akademik dan praksis pelestarian budaya.

Dalam sambutannya, Dr. Hotmatua Paralihan, M.Ag., selaku dosen pembimbing sekaligus Ketua Prodi SPI, menegaskan bahwa sejarah merupakan fondasi kebangsaan. Menurutnya, FIS UINSU dan Balai Pelestarian Kebudayaan memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam merawat kebhinnekaan dan menjaga warisan peradaban. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan lembaga pelestarian budaya demi membangun kesadaran historis generasi muda.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II, Sukronedi, M.S., melalui sambutan yang disampaikan oleh Nasrun Hamdani Harahap, S.Sos., menyampaikan bahwa BPK saat ini tengah fokus melakukan renovasi situs di Langkat dan Tapanuli serta pemugaran candi di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Kehadiran mahasiswa SPI dinilai memberikan dukungan nyata terhadap program pelestarian tersebut, terlebih kantor BPK Wilayah II masih relatif baru ditempati.
Mahasiswa PPL ditempatkan di sejumlah lokasi, antara lain Musperin I dan II, Makam Datuk Darah Merah dan Darah Putih, Museum Al-Qur’an Pancing, Museum Perjuangan TNI, BPK Wilayah II, serta Rahmat International Wildlife Museum.
PPL yang diberangkatkan serentak pada 6 Januari 2026 ini tidak sekadar memenuhi beban akademik 4 SKS, tetapi menjadi proses pembentukan intelektual muda yang sadar sejarah dan bertanggung jawab atas kelestarian budaya. Sebab merawat sejarah pada hakikatnya adalah menjaga jati diri bangsa.