11 Maret 2019 22:05 wib

Mahasiswa/I Prodi Sejarah Peradaban Islam melakukan kegiatan rutin yaitu Diskusi Dwiminggu Forum Diskusi Ilmiah Sejarah Peradaban Islam (FODIMSPI). Kegiatan ini bertema : “Awal Mula Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)”.  

Narasumber pada kegiatan ini ialah Fahri Sauqi yang merupakan mahasiswa SPI semester 4 dan Pembanding diskusi ialah Taslim Batubara mahasiswa SPI semester 6. Kegiatan diskusi ini merupakan hari peringatan 53 tahun Supersemar (11/03), dalam diskusi ini bahwa betapa besar pengaruhnya sebuah surat (yang konon menurut ANRI surat ini tidak asli) terhadap kondisi perpolitikan luar negeri dan dalam negeri. Dengan adanya surat perintah 11 Maret 1966 militer telah berani mengatur segala kepentingan politik dan pemerintahan Indonesia, juga melengserkan Soekarno sebagai pemerintah yang sah tanpa persetujuan rakyat.

Surat ini, selain merubah era pemerintahan, juga menandakan hadirnya pemimpin baru yang siap untuk menggantikan Presiden Soekarno. Memang, didalam buku-buku sejarah telah dijelaskan bahwa supersemar adalah sebuah penanda pergantian kepemimpinan dari Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto dengan pengaruhnya yang kuat. Kekuatan militer mendominasi jalannya pemerintahan. Walaupun begitu, tetap saja supersemar masih menjadi sejarah bagi negeri ini. Dengan menandakan peralihan kekuasaan serta banyaknya konflik yang terjadi di negeri ini. sebagai sejarawan dan peminat sejarah tidak baik jika kita berat sebelah terhadap pembuktian sejarah.